Penulis : izti
Sumber : http://izti79.blogs.friendster.com/iztiqoma/
Suatu kali seorang teman bertanya kepada saya:
“Lady, ada 2 pilihan untukmu.
1. Menikah dengan orang yang kau cintai
2. mencintai orang yang kau nikahi
Mana yang kau pilih?”
Saat itu spontan saya memilih yang kedua: mencintai orang yang saya nikahi (menikahi saya).
“Kenapa?”
Hhm… iya ya, kenapa?
Sebab jodoh adalah hal yang pasti, meski masih menjadi misteri bagi orang-orang yang belum menemukannya. Sedangkan mencintai adalah hal yang berbeda. Mencintai seseorang saat belum ada hak atasnya, bagaikan menggenggam bara. Jika Allah berkenan menjadikannya pendamping seumur hidup, maka bara itu akan menjelma menjadi energi untuk meciptakan kebersamaan yang indah. Tetapi, jika Allah tidak berkenan mempersatukan, bara itu akan membakar, dan bisa jadi menghanguskan diri sendiri.
Lebih dari itu, pilihan kedua rasanya lebih aman dari berbagai penyakit hati, yang bisa jadi mengotori niat suci menikah karena Allah.
Itu jawaban saya saat itu. Tetapi, beberapa jenak setelah itu, saya termenung, mencoba berfikir lebih dalam dan menyelami jauh ke dalam lubuk hati. Lalu, saya pun meneruskan pertanyaan itu ke temen saya yang lain.
Selengkapnya silahkan dibaca di: http://izti79.blogs.friendster.com/iztiqoma/2006/09/sebab_cinta_mem.html
Sebaiknya memilih yang pertma krn siapapun orang yang di takdirkan untuk hidup bersma anda, dan mencintainya merupakan hal yang harus kamu lakuKan dan itu wajib kamu lakukan.
Kalo boleh berpendapat, saya juga lebih memilih yang ke-dua. Dalam bayangan saya, yang namanya menikah, itu bukan mencari persamaan. Tetapi lebih pada memadukan perbedaan. Dalam memadukan perbedaan itulah dibutuhkan sesuatu kekuatan yang disebut sebagi CINTA.
Allahu a’lam…
kalo aku jelas milih yang no.2.karena lebih baik dicintai dari pada mencintai.kita akan merasa bahagia hidup dengan orang yang mencitai kita,kita merasa disanjung,dihormati,dihargai,dll.tapi kalo kita menikah dengan orang yang kita cintai belum tentu kita akan disanjung,dihormati,dihargai,dll.
tapi itu semua tergantung sama nasib kita masing-masing.Percaya saja kalo Tuhan akan memberi jodoh yang baik umat-Nya.
gw jelas milih yang “pertama” sebab gimana yah? rasanya menikah dengan orang yg belum kita cintai dan rasa itu baru tumbuh setelah kita menikah???????/ tolong dech..! lebih indah rasanya kalo kita menikah dengan orang yang kita cintai.
Menurut saya lebih baik mencintai orang yang kau nikahi sebab cinta yang akan kau jalani bertahun-tahun mendatang bukanlah cinta yang berdasarkan nafsu belaka,melainkan cinta yang berjalan seiring waktu atas dasar ketulusan serta keihklasan untuk saling memberi dan menerima pribadi masing2.Cinta sesaat karna nafsu akan hilang begitu ada benturan ego dan emosi,namun cinta yang berdasarkan ketulusan serta keihklasan akan bertahan sampai maut memisahkan.
sampai saat ni aku masih belum merasakan bagai mana mencintai seseorang dengan penuh keihklasan tanpa memandang fisik, karena mungkin aku juga termasuk golongan kebanyakan orang yang selalu memandang cinta hanya dari segi fisik, tapi satuhal yang aku yakin bahwa akan ada cinta yang benar-benar tulus dari hatiku dan buat ku……….salam ku buat para pecinta.
Klu saya juga memilih yg kedua… Karena bener banget kata2 disitu “Mencintai seseorang saat belum ada hak atasnya, bagaikan menggenggam bara. Jika Allah berkenan menjadikannya pendamping seumur hidup, maka bara itu akan menjelma menjadi energi untuk meciptakan kebersamaan yang indah. Tetapi, jika Allah tidak berkenan mempersatukan, bara itu akan membakar, dan bisa jadi menghanguskan diri sendiri”. Sebab saya pernah mengalami nya, mencintai seseorang yg bukan hak kita dan saat Allah tidak menjadi kannya jodoh kita membuat hati kita patah dan sakit. Alhamdulillah bisa melalui semua itu, tp banyak juga lho yang saking udah cintanya dan tidak jodoh malah gila or bunuh diri…
Kalau saya lebih memilih yang pertama “menikahi orang yang kita cintai”,tapi itu hanya sebuah pilihan kalau Alloh berkehendak lain, apa boleh buat saya akan mensyukurinya.
Tapi kalau di pilih mendingnya, saya ingin menikahi orang yang saya cintai,lalu sesudah dinikahi saya akan terus mencintainya, dan berharap akan abadi selamanya,amien!!
Cinta itu tetap lah cinta…., menikahi orang yang kita nikahi itu harus, hanya disini perlu sebuah cinta yang disertai ketulusan dan bukan paksaan atau cinta yang di kondisikan kasihan kan pasangan kita cinta yang tercipta hanya sebuah cinta buatan walaupun itu indah, tetapi masalah menikah dengan orang yang kita nikahi itu berhadapan jalannya takdir dan jodoh dan semua berharap pada pilihan no 1, keduanya dapat menjadi keputusan pada kondisi tertentu maka hal ini sangat perlu untuk direnungkan kembali. yang tersulit adalah membuat cinta pada orang yang kita cintai.
jadi aku milih yang mana ya,…? sebaiknya yang mencintai aku aja deh,…gila aja harus menikah dengan orang yang tidak mencintai,…bisa siksa dunia dong, kawin ama yg tidak cinta, cuman kitanya yang cinta
idealnya sih saling mencintai dan direstui
Apapun yang diberikan oleh Allah SWT itulah yang terbaik buat kita, saya memilih yang ke-2
iya jelaslah saya pilih yang nomer 1, knp nomer1?
pernah saya dnger sebuah hadits, ini kalo gak salah, inti bunyinya gini:
menikahlah dgn orang yang kamu cintai.
mnurut penelitian jga, nanti klo dah trjadi hubungan antara suami dan istri, akan teerbentuk sebuah hormon, dan hormon ini terbentk pa bila antara dua pasangan ini suka sama suka. fungsi hormon ini adlah mempererat rasa sayang antara suami dan istri. (bkn hormon hasil ……). prnah sya tonton di TV swasta, ni seingt ana jg, tpi klo salah tolong di maafin komentar saya……
klau menurut saya pilihan pertama,sebab kita menikah sama orang yang kita cintai itu brarti dy jodoh kita juga_kan?
bukankah cinta itu bahasa hati dan hanya Allah-lah yang berkuasa atas hati kita. mencintai seseorang adalah karunia yang Ia berikan, cinta adalah fitrah kita sebagai manusia, mengapa kita harus menyangkalnya. kalau cinta sedang tumbuh, peliharalah ! dan dengan bimbingan-Nya Ia akan membuka jalan menuju penyatuan yang diridhoi-Nya. jika demikian maka kedua pilihan itu semestinya tidak pernah ada.
kalo aku sih..jalani aja dua-duanya..toh kita gak bakalan pernah tau apa yang terjadi di masa depan..kita perlu lebih menyikapi makna cinta disini..kalo mencinta seperti yang dipahami kebanyakan orang..seperti harus terus bersama, harus saling memiliki dll saya sih cenderung dengan yang kedua aja..tetapi cinta yang saya maksudkan adalah mencintai seseorang yang dengan cinta tersebut kita bisa lebih mengenal dan mendekatkan diri kita dengan sang Maha mecinta,, cinta yang tulus tetap berbahagia dan mengikhlaskannya walaupun akhirnya tidak harus bersama, cinta yang tetap di hati tidak diumbar kesana kesini artinya kalo memang belum menyegerakan untuk menikah agar tidak memberitahukan cinta kita kepada kita , ia yang kita cintai..hal itu akan terasa sangat indah..ketika cinta hanya tulus untuk memberi tidak ada niatan yang lain lagi…ya dengan cinta berusaha untuk terus memperbaiki kualitad diri..semoga emang dia yang akhirnya berhak dan halal untuk dicintai..
carilah cinta dan cintailah ia..jagalah hatinya, jagalah hati kita…memang tidak mudah dan kebanyakan orang tergelincir karenanya..
Akan menghinalah mereka yang tak mengenal cinta
Sungguh, cintamu padanya wajar adanya
Mereka bilang, cinta bikin kau hina
Padahal kau orang paham agama
Kukatakan pada mereka, mengapa kalian iri padanya
Jawabnya, karena ia mencinta dan dicinta pujaannya
Kapan Muhammad mengharamkan cinta
Dan apakah ia menghina umatnya yang jatuh cinta
Janganlah kau berlagak mulia
Dengan menyebut cinta sebagai dosa
Jangan kau pedulikan kata orang tentang cinta
Entah yang berkata keras atau halus biasa
Bukankah manusia harus menetapi pilihannya
Bukankah kata tersembunyi tak berarti diam seribu bahasa
Pilhlah dua-duanya,.Kenapa.?
Karena melmilih yang pertama dulu akan membuat kamu bahagia dan tepat memilih pasangan. Memilih yang kedua karena setelah memilih yang pertama menjadi akan lebih sempurna lagi rasa CINTA itu kepada pasangan pilihannya.
Bagiku Cinta Adalah Menikahi Orang yang kusayangi dan menjaganya sampai akhir hidupku!
[...] ADA lagi Diarsipkan di bawah: puter otak — chelsha @ 10:13 am Sebab CINTA memang harus diupayakan [...]
Aku memilih yang pertama karena gusar memikirkan risiko jikalao menikah tanpa mencintai pria itu.
Mencintainya di kemudian mungkin boleh berlaku tetapi tidak pada hari pernikahan atau saat dinikahkan.
Bagus kok bercinta dan menikah ama orang yang kita cintai, ada chemistry antara kedua-dua insan.
Jika terus menikah tanpa mencintai orang tersebut, bimbang tiada chemistry
menurut gua sama saja, karena sebelum dan sesudah nikah cinta harus selalu ada dalam diri kta. jika rasa cinta sudah hilang maka hancurlah rumh tangga tersebut.
kalo menurut q cih lebih baik kita menikah dengan orang yang kita cintai lalu mencintai orang yang kita nikahi. jadi keduanya harus ada pada diri kita.kalo hanya ada satu maka akan terjadi ketimpangan yang sangat nyata…
kalau aku sih, lebih baik nikah dengan orang yang kita cintai soalnya akan terasa lebih indah dalam sebuah pernikahan tapi kalau memang tidak jodoh ya harus gimana lagi………
milih yg mana yach? “bingung nich”
1. Menikah dengan orang yg kau cintai.
2. Mencintai orang yg kau nikahi.
Kek na ga pilih 2-2 nya deh.
karena alasnya :
1. Orang yg kita cintai blum tentu cinta ma kita jadi ga mungkin menikahinya.
2. Sbelum menikah ga ada cinta kenapa harus menikahinya.
Bukanya jodoh itu dah d atur ma Allah SWT? jadi tinggal kita nya yg harus berusaha & berdo’a tuk jodoh kita.
pilihannya kurang,,,,,,,,,,,,,,,,,
yach … akupun juga memilih yang kedua …..
karena cinta itu pasti … dan pernikahan itu juga pasti…
Cinta tidak harus membuat manusia dapat memilih pasangan hidupnya ada cinta dimana dia harus memilih kebahagiaan pasangannya agar pasangannya dapat merasakan cinta yang sesungguhnya walau yang mencintainnya tidak ada disampingnya.
lebih baik mencintai orang yang kita nikahi, karena walaupun cinta itu datang setelah menikah itu akan lebih indah……….. karena mencintai itu indah. dan kita menginginkan menghabiskan hidup dengan orang yang kita cintai dan mencintai kita selamanya.
Cinta memang harus diupayakan, tapi kenapa harus memiLih…
Cinta Itu kan MiLik ALLAh,, yang mendatangkan Cinta dihati kan ALLAH,,,
Sombong Banget kLo kaLian yang memiLih…
PeLiharaLah apa yang sudah dikasih
BerSyukur Lah atas hadirnya cinta
Coba dech kLo Manusia ga Punya cinta,, rasanya kayak apa??
Jodoh ditangan Tuhan ……. Ehmmmm……
Apa benar??? ini selalu menjadi pernyataan banyak orang….
Jadi untuk apa manusia diberi akal, hati, nurani ???? apakah kita tidak bisa memilih??? Bagaimana klo terjadi kegagalan dalam RT, siapa yg disalahkan??? apakah kita akan menyalahkan Alloh SWT karena kita merasa “dijodohkan” oleh Tuhan???
bagi saya hidup adalah pilihan, kita lah yg memilih, baik/buruk, benar/salah, kita yg menentukan jalan… Tuhan hanya memberikan pilihan jalan… selebihnya kita yg menentukan.
memang klo seperti rizki, kematian dan semacamnya Alloh SWT lah yg menentukan, tapi klo soal jodoh disitu ada peran kita dalam memilih…. jadi ngak da yg salah menikah trus mencintai atau sebaliknya…. yg penting kita tau karakter pasangan kita…
dan yg paling penting kita punya target / tipe pasangan kita seperti apa….
Wallohualam….
cinta emang haruz diperjuangkan, kalo g diperjuangkan apa iya di biarin ditubruk orang????? kan ya “eman…rek”.
cinta itu emang bener harus di upayakan, soalx kita bisa cinta ama seseorang kalo emang dia pantas dicintai. tapi okelah kalo kita harus b erharap dapat orang yang terbaik….hehe he… dan yang pasti cinta sekarang mudah di beli,,,, muach
bagi smua pmili no 2,pa kalian sdh bpikir bhwa nntix pnikahan hrs ada rs syg,cinta,klo awal uda ada prsaan itu mka ktlusan n keikhlasan psti ada pla.
Mgkn kah?,kalian menikah dgn org yg blm pnah kt knal,pa ia kalian akn bkeluarga tnpa ada kcocokan. Bsa memang kalau 1 diantara kalian mw nrima apa adax dgn sbr,ikhlas,tp kt smua ini mnsia dan kt gak se2mpurna malaikat.
Cba dpkrkan lg lah,,,karena ALLAH sangat membenci prcraian.
yang jadi pertanyaan, kenapa harus ada pilihan dicintai atw mencintai??
seperti aku yang sekarang bikin poll di blogku ttg hal dicintai ataw mencintai..
monggo mampir dan silahkan ikutan vote.
vote anda merupakan lanjutan dari tulisan saya nanti.
silahkan mampir di fajlirooms.blogspot.com
Muslimah mewangilah hingga ke surga
itu judul buku saya
hehehe
numpang promosi!
Kalo aku tetep pilih yang kedua. Mencintai orang yang kita nikahi adalah hukumnya wajib, tetapi menikahi orang yang kita cintai …. (ga wajib) Betul?
Pesen saya, ” cintailah orang yang mencintaimu, jangan orang yang kau cintai…. karena orang yang kau cintai belum tentu mencintaimu….”
wahhh artikel yg bagus bangettt…….
klo emank bisa mencintai orang yang qt nikahi aku pasti pilih yang kedua..tapi kadangkala hati gak bisa dipaksakan..
klo aku bisa menikah dengan orang yang aku cintai, aku jelas pilih yang pertama..
yah,,, cinta,,,,,
nggak da yg bisa qta jdikan pilihan,,,, semua sama saja,,,,
because,,,, cinta manusia nggak da yg sempurna,,, krna mnsia nggak da yg sempurna,,,,,
hnya cinta Tuhan Allah yg sempurna,,,,,,
jgan membuat dia cemburu
pertama sy melihatnya biasa_biasa aja namun lama ke lamaan sy suka padanya dan diapun membalasnya, Oh batapa bahagia nya sy, Karna kita suka sama suka… Tha End.
wuuuiiihh….love….love…n’ love…dmnakah kau brada..?smua orang mmprdbatkanx!what about me…?pusiiiiing….!kdang ku mrasa di cintai lbh indah dri pd mncintai…!brikanlah rsa cntamu 1/3% pd sseorang yng kau cntai!jngan 100% sbb di dunia ni taa da yng abadi!
Dua pilihan cinta yang sangat berbeda….
Tapi itulah kuasa Allah dengan menghadirkan “CINTA” dalam hati manusia, karna dengan itu kita akan berfikir dan mengerti bahwa “CINTA ALLAH”-lah yang terbaik.
mis,, yg kedua lah..
cinta bisa tumbuh, karna kita bersama,,
mis jg termasuk pengecut yg ga mau trima resiko cinta tanpa balas,
karna bagi mis dicintai itu indah..
kapan kiranya, mr.right itu datang???
ya Allah,, :-[
Yang pertama adalah pilihan, yang kedua adalah kewajiban
cinta adalah anugrah
hidup adalah pilihan
semua ada resikonya
tinggal kita yakinkah mampu menjalani apa tidak??
saya pilih yg pertama..
itu pilihn saya..
apapun resikonya
ALLAHU a’lam
insya ALLAH saya siap
Lo niE Ci plIH Yg kE 2…
niE LbiH MNcinTAi olANG yG NIe niKAhin..
KRna cINTa bzA TUMbu sEIRingnA KTa brsAMa..
n yG PLing kitA CINtai dALah aLLah swt..
SAYA PILIH YANG KEDUA, ALX AKU MAU MENIKAHI JANDA
laWW q yang KDua……………!
law Kalian zmua mw pDa tw pkir Za NDRI Pi YANG TRPnTnG TuH cMAN ADA ZATuu YAITU kejujuran n kesetian
wah menurut aq sih aq milih yg kedua? knp krn jodoh itu nda bakal kmn klu seandainya jodoh kta itu y kta harus syukuri apa yg telah allah swt berikan kpd kita??
ok bro segitu saja pendapat aq nd lanjut terus postinganya yah?:d
subhanallah….Cinta adalah fitrah yang allah karuniakan kepada setiap insan…..jika kita menikah seseorang karena allah….ikhlas dan yakin,..insya allah, rasa cinta itu akan muncul dengan perlahan setelah menikah…..cinta karena nafsu akan memudar…namun cinta karena allah akan abadi selamanya….saya hanya berharap bahwa seorang mu’min yg kelak allah kirimkan untuk saya adalah orang yang tepat dan saya ingin dy menjadi suami di dunia n di akhirat…amin…..semoga allah mengabulkan.
setiap helai daun yg jatuh berguguran , telah tercatat sebagai takdir dan kuasanya….yakinlah bahwa semua yg allah beri adalah yg terbaik bagi hmbanyameski yg terbaik itu tak selalu menjadi yang terindah…
saya lebih tertark yang ke 2,,karena yang namanya sudah menkah,pastilah harus mencntai.karena hukumnya sakral sekali,d bandingkan dengan yang pertama.apabila ada anda memilih yang pertama adalah tindakan yg sangat bodoh,karena apabila kita menkah dengan orang yg di cintai itu belum pasti.dan apabla orang yg kita cintai sudah menikah,bagaimana nasb seorang yang mencintai?
yupz!menikahlah bersama org yg mencintai dan kita cintai…
menurut saya cinta itu semperti puisi indah bila diucapkan tak berarti bila tak di ucapkan,,bila kita mencintai seseorang cintailah dgn sepenuh hati,, barangkali orang yang kita cintai itu bakal jadi jodoh kita kelak yang penting kita bisa nerima dia apa adanya dan sebaliknya dia juga bisa nerima kita adanya pasti hubungan itu akan berjalan dengan lancar
mantap
sebab cinta memang harus di upayakan benarkah….? Kalau boleh terbuka ne,,sy sangat mencintai dia/mantan pacar ,karna berhubungan jarak jauh dia punya pacar simpanan hingga akhirnya pacarnya hamil dia berusaha meyakinkan aku bahwa bukan dia sendiri yg menghamili gadis itu tp kenyataan itu dusta belaka malah dia berani untuk melamar aku walaupun dia sudah punya anak n so pasti istri . Apakah cinta seperti ini pantas untuk di upayakan….? Tidak kan
Kunjungi wisnuvegetarianorganic.wordpress.com/
[...] http://artikelcinta.wordpress.com/2007/05/22/sebab-cinta-memang-harus-diupayakan/ [...]
sebenarnya semua org selama dia muslim, wajib kita cintai..siappun dia…mencintai kita atau tidak….bahkan Nabipun menyuruh kita mencintai sesama muslim sprti cinta kita pada diri sendiri…ayo gimna…so, jk anda tlh mndptkan yg pertama itu anugrah yg patut anda syukuri…segera nikahi dia..jgn ditunda2…sedgkn yg kedua, bs jd kita mncintai nmn sebaliknya kt tidk mendptkan blsan dr yg kita cintai..mk beljarlah mencintai yg lain..wlo awlnya ia kt tdk ada perasaan cinta….krna secara otomatis cinta akn tumbuh dg sendirinya selma kt mau berusaha….ingat cnta krna Allah itulah cinta yg haqiqi…
sebenarnya semua org selama dia muslim, wajib kita cintai..siappun dia…mencintai kita atau tidak….bahkan Nabipun menyuruh kita mencintai sesama muslim sprti cinta kita pada diri sendiri…ayo gimna…so, jk anda tlh mndptkan yg pertama itu anugrah yg patut anda syukuri…segera nikahi dia..jgn ditunda2…sedgkn yg kedua, bs jd kita mncintai nmn sebaliknya kt tidk mendptkan blsan dr yg kita cintai..mk beljarlah mencintai yg lain..wlo awlnya ia kt tdk ada perasaan cinta….krna secara otomatis cinta akn tumbuh dg sendirinya selma kt mau berusaha….ingat cnta krna Allah itulah cinta yg haqiqi…
sepertinya mencintai oRang yg diNikahi mmAng g ada salahnya&benar adanya,,
naMun dsisi lain kiTa sebagai maNusia biasa bahWa kita meMiliki hak uNtuk menCintai dan juga dicintai,,bahkan lebih indah biLa mamPu untuk saling menCintai kRenaNya..
Tuhan sll mmberikan yg terbaik dan yg teriNdah pada aKhirnya hiDup kita,,t0h,jiKa mmAng kita meNcintai paSangan hidup kiTa pd saat&stelah mnikah,naMun Allah blm mmberikan cinta kasih yg dharapkan kedua belah pihak,maka buKan rasa saYang yg ada,,naMun haNya trLihat sPrti peNekan keAdaan baTin se20rg yg mngharap keRidh0annya,,
saYa leBih c0ndong yg perTama,kRn dlm haL mngarungi khdupan,saLah 1 hal yg mnjadi khbgiaan trseNdiri uTk se0rang sprti sAya,bHwa meniKah dg 0Rg yg saYa ciNtai,mrpkan tiTik keNyamanan diMna saya ingin mnikAh uTk 1 kali dlm seUmur hDup,,maKa perLu sya yaKinkan dlm haTi,,bhWa ciNta yg ada,buKanlah seMata mncintai diri&hatinya,,namUn juGa menciNTai karenaNya (Allah SWT) ^_^
saya juga pasti memilih no 2, lebih baik mencintai org yg nantinya menikahi kita
knpa gk ada pilihan ke tiga
yang isinya
menikahi orang mencintai kita dan kita pun di cintai
kan enak tuh sama bahagia gk ada yang sirik
klu hidup dengan orang kita cintai blm tntu orang itu cinta ama kita. . atau sebaliknya. . ??
jadi enaknya gimana nih.. ??
klo aq si trgntung gimana keadaan,mo no 1 pa 2,klo keadaanya memungkinkan ia baik” aja..
what ever la pape pown asl bhgia
Pilih yang ke 1
[...] Read the rest of this entry » Share this:TwitterFacebookLike this:SukaBe the first to like this post. [...]
[...] Sumber. [...]
aku kurang paham akan cinta soal cinta, tp knp harus mencintai pilih pilhan yg kedua….sedangkan kita kn bsa bhagia dg pilihan kedua….
yg bener adalah menikahi orang yg kita cintai dan dya mncintai kita…..
Tidak menikah jika tidak saling mencintai.
kalau menurut aku gan, aku pingin sekali dan jadi nomor yang pertama